Bagaimana Jika Sayaka Apakah A Soap Princess PT-55-Gadis17
Bagaimana Jika Sayaka Apakah Soap Princess PT-55-Gadis17. Siang hari itu ketika aku sedang berjalan-jalan disekolahku aku mendengar seuara tp tidak terlalu jelas dari sebuah sudut bangunan sekolah dasar yang terletak di pinggir kota KA, sayup-sayup terdengar suara desah halus yang nyaris tak terdengar. Desahan itu terdengar seperti ditahan-tahan. Di balik pintu toilet khusus guru-guru SD , nampak sosok seorang pria tengah berdiri menempelkan kupingnya .

Dengan seksama ia mendengarkan desahan yang terdengar amat merangsang itu. Pria itu bernama Ilham, Guru olah raga sekolah itu yang umurnya sekitar 33 tahun. Di dalam toilet seorang wanita dengan setelan blazer dan rok panjang coklat muda nampak sedang terduduk di pinggir bak mandi, jilbab panjang berwarna putih membalut kepalanya. Rok panjang semata kakinya telah tersingkap, jemarinya yang lentik meraba-raba klitorisnya. Matanya tertutup seakan sedang melayang ke dunia lain. Dari bibir tipis guru cantik itu sesekali keluar desisan-desisan kecil “sshh..emhhh”.

Sekarang perempuan cantik berjilbab itu nampak berpindah posisi menghadap tembok sembari membungkuk menahan tubuhnya di tembok toilet dengan sedikit menungging. Tangan kanannya bertopang di dinding dan yang lain membelai klitorisnya dari depan. ”Uuuh…mmhhh…ssshhh…”, desis wanita berjilbab itu pelan tertahan. Keringat nampak mulai mengalir dari atas keningnya. Saat PNS manis berjilbab itu hampir tiba di puncak kenikmatan, tiba-tiba,”Braaak!!”, bunyi pintu toilet didobrak paksa. ”Ustazah Dian!”, kata orang yang berdiri di depan pintu toilet. Matanya yang tidak berkedip sedikitpun melihat perempuan cantik berseragam dan berjilbab itu.

Diapun tersentak kaget, “Ustad Ilham!!”, katanya kaget setengah berteriak. Karena kaget dan tidak tahu berbuat apa, yang dipanggil Ustazah Dian perempuan berjilbab itu langsung jongkok merapatkan kakinya, namun tangannya masih berada diantara selangkangan. Dian yang begitu kaget sampai lupa menarik tangannya dari situ. ”Ustad Ilhaamm keluar!!”, hardiknya panik. Wajahnya yang cantik terbungkus jilbab putih sedada itu nampak pucat karena takut dan malu.

Yang dihardik, bukannya keluar tapi malah cepat-cepat masuk dan menutup pintu kamar toilet dan menguncinya. ”Ngapain pak??!!… Keluar!!”, hardik Dian sekali lagi sembari tetap berjongkok sambil merapikan rok panjangnya ke bawah yang tadinya tersingkap sampai sepinggul. ”Ustazah Dian,,,”, kata Ilham seraya mendeka dan mendekap tubuh guru perempuan berjilbab itu. Perempuan itu terhenyak kaget, tapi tidak berani berteriak karena takut kalau-kalau ada orang yang mengetahui kalau dia bermasturbasi di toilet sekolah. ”Jangaan pak”, ronta Dian seraya berusaha melepaskan dekapannya.

Perempuan berjilbab itu menggeser tubuhnya untuk melepaskan diri dari dekapan pria tersebut, namun dia tetap mendekap Dian erat-erat. Sampai-sampai PNS berjilbab itu hampir menabrak dinding. ”Tolong…jangan paak”, pintanya dengan suara memelas ketakutan. Namun pria paruh baya tersebut tidak menggubris rengekan gadis berjilbab berusia 25 tahun itu bahkan dia malah mendekatkan wajahnya serta menciumi leher Dian yang tertutup jilbab putihnya. ”Jangaaan”, pinta Dian dengan pekik tertahan. Ilham nampak begitu beringas dengan nafas mendengus sambil menciumi leher yang tertutup jilbab putih. Tangannya mulai meraba-raba buah dada guru berjilbab itu dari luar baju seragam coklat mudanya. Diah sadar kalau dia terjebak makanya dia berusaha melawan. Dengan sekuat tenaga didorong tubuhnya dan berhasil. Pria itu terjatuh di lantai toilet.
Memanfatkan situasi itu, Dian bergegas ke arah pintu. Namun tatkala hendak mencoba membuka grendel pintu toilet, tangan PNS berjilbab itu tertahan oleh tangan Ilham yang kekar. ”Lepaskan”, kata Dian meronta. Namun Ilham yang sudah kesetanan itu tidak mendengarkannya lagi. Pria itu malah memiting tangan kanan guru cantik berjilbab itu ke belakang dengan kasar, sedang tangannya yang lain menahan tangan kiri Diah di dinding. Perempuan berjilbab itu terjebak nampak tubuhnya seperti terkunci dan tidak bisa bergerak.
”ILhaammmm …sakit..lepaskan”, pinta Dian dengan suara memelas. ”Ustazah Dian… biarkan aku…”, bisik pria itu ketelinga Diah yang tertutup jilbab itu disertai dengusan. “Ahhh lepaskan”, pinta guru SD yang cantik itu memohon lagi begitu mengetahui tubuh kekar pria itu menekan tubuh Dian ke dinding. Perempuan berjilbab putih itu nampak panik ketakutan ketika merasa ada benda yang keras kenyal menekan kearah bokongnya yang tertutup rok panjang berwarna coklat muda itu.
Guru perempuan itu semakin memberontak berusaha melepaskan kuncian tangan Ilham. ”Sebaiknya Ustazah Dian jangan berisik, nanti ada orang yang dengar. Biarlah saya dipukuli orang tetapi saya akan cerita ke semua orang kalau Ustazah Dian masturbasi di kamar mandi”, ancam Ilham. Ancamannya begitu mengena sehingga guru cantik berjilbab itu menghentikan perlawanannya.

Mengetahui mangsanya mengendurkan perlawanan, tangan-tangan kekar pria itu menarik kedua tangan Dian merapat kedinding hingga saling berhimpitan. “Jangan paak, kumohhhon jangaan”, pinta guru berjilbab itu memelas kepada Ilham. Tapi sia-sia, tangan kanan pria itu dengan bebas meraba-raba buah dada Dian sambil sesekali meremasnya. Sedangkan tangan kiri pria itu mengunci kedua pergelangan tangan Diah yang merapat didinding. Ekspresi wajah berbalut jilbab putih itu terlihat ketakutan bercampur sendu.“Aahh ….teteknya gede banget emmhh…”, kata-kata kotor sekaligus memuji keindahan tubuh Dian keluar dari mulutnya. Kurang puas meraba buah dada perempuan berjilbab itu dari luar blazer lengan panjang berwarna coklat muda tersebut, tangan Ilham yang kasar meyusup masuk kedalam baju yang dikenakan Dian. ”Ammpuun pak lepaskan”, mohon Dian kala pria itu mulai memeras kedua buah dadanya. Namun Ilham tidak menggubrisnya, malah guru cantik berjilbab itu merasakan penis pria itu sudah sangat keras sekali menabrak-nabrak pantatnya. Ini semua menandakan dia benar benar sudah sangat ingin menyetubuhi Dian. ”Ugghh…sssayaang…puaskan kont0lku sekarang yah?”, bisik Ilham pelan penuh nafsu sambil menarik rok panjang semata kaki coklat muda Dian keatas.

“Pakk..jangan…jangan. Kasihani saya”, kata guru berjilbab itu memelas putus asa. Sepertinya apapun yang dikatakan Dian tidak dapat membendung nafsu setan Ilham. Sejenak Dian tidak merasakan tangan kanan pria itu meraba-raba tubuhnya. Penasaran apa yang Dilakukannya, guru berjilbab itu menoleh ke belakang dan alangkah kagetnya Dian tatkala melihat pria itu mengeluarkan penisnya. Meski guru cantik berjilbab itu tidak melihat dengan jelas namun bisa terlihat bentuk penis pria tersebut besar dan hitam legam keluar dari sarangnya. Belum hilang rasa kaget Dian, Ilham menekan tubuh perempuan berjilbab putih itu hingga menempel ke dinding.
Dirasakannya benda kenyal dan keras itu sedang menggesek-gesek dan menabrak pantat Diah. ”Ssshhh pantatmu montok banget sayang..”, kata Ilham seraya meremas remas pantat guru cantik berjilbab itu. Dian terhenyak kaget karena teringat ketika bermasturbasi tadi dia melepas celana dalam dan masih tergantung di pintu toilet. Dian nampak sudah pasrah karena merasa tidak mungkin lepas. Terasa oleh guru berjilbab itu sebuah benda keras dan kenyal sedang menggesek-gesek belahan vagina miliknya yang licin seperti mencari-cari sasaran. Akhirnya benda itu berhenti tepat di celah bibir vagina Dian.

”Ampun pak…Jangan…tolong kumohon..”, pinta Dian lagi putus asa kala menyadari dalam hitungan detik penis Ilham akan segera masuk kedalam tubuhnya. ”Oohh…Ustazah Dian udah lama saya pengen giniin kamu. Kamu seksi banget”, jawabnya tanpa memperdulikan permohonan perempuan berjilbab itu. Dan tiba tiba terasa oleh Dian pria tersebut mulai bergerak menyeruak masuk membelah bibir vagina miliknya.

Panik, Dian sekuat tenaga mencoba melawan dengan sisa-sisa harapannya. Namun bukannya terlepas tapi malah karena gerakan tubuhnya penis pria itu malah makin terbenam masuk ke dalam lubang vagina miliknya. ”Aaaah tidaaak!!”, jeritnya dalam hati ketika merasakan batang kejantanan pria itu membenam memenuhi vaginanya. Ekspresi wajah cantik terbalut jilbab putih itu nampak ingin menangis sembari menggigit bibirnya. Sungguh , vagina Dian yang sudah basah ketika bermasturbasi tadi malah memudahkan batang penis Ilham itu masuk.
Penis yang besar itu pun masuk perlahan menggesek dinding lubang vaginanya  dengan gerakan pelan tapi pasti. ”Uugghh…mmmh.. Diaaaan, memmmekmu enak banget…ooohhh…”, desahnya meracau didekat telinga Dian yang tertutupi jilbab ketika penisnya dibenamkan sedalam mungkin hingga menyentuh rahim miliknya. ”Nnggghh…mmmhh……”, desah Dian seolah membalas racauan nikmat Ilham. dalam hati. Raut wajah cantik yang terbalut jilbab putih itu nampak sedikit mengernyit seakan menahan perih karena mungkin belum pernah ada benda sebesar itu masuk ke dalam vaginanya. Ketika batangan itu amblas, Dian terdiam, antara bingung, takut, takjub, nikmat dan kaget. Vagina

Semuanya itu berkecamuk dikepalanya. Dian  pasrah, tidak mengeluarkan sepatah katapun, tidak menyangka fantasinya untuk bercinta di toilet sekolah dan disetubuhi dari belakang kesampaian juga, tetapi bedanya bukan dengan sosok pria yang ada dlam fantasinya selama ini. Tapi kenyataannya, laki-laki yang sedang mendesah-desah dibelakang perempuan berjilbab ini, yang sedang membenamkan dan memaju mundurkan penisnya ke dalam lubang surgawinya ini adalah seorang guru olah raga sekolah dasar .

Kenyataan yang harus diterima Dian kala Ilhamlah yang sedang asyik menikmati dan memompa penisnya keluar masuk di lubang kemaluan miliknya. ”Oooh dian …sssayyanghh…ohhh enaknyah”, desah Ilham sambil meracau nikmat berkali kali. ”Sshh…ngghh..mmmh”, desis Dian kecil seakan mulai merasakan nikmatnya genjotan Ilham. Guru Olah raga itu terus menyodok dan memompa penis miliknya sedalam-dalamnya tanpa henti. Kedua tangan Dian masih ditahan oleh tangannya yang kekar di dinding toilet. Makin lama perempuan cantik berjilbab ini hanyut oleh getaran birahi yang mulai menebarkan rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhnya.
“Sshh…mmmh…mmmmh”, desis Dian pelan dengan tubuh yang terguncang-guncang menerima sodokan penis Ilham dari belakang. “Enakkan sayyanggh..?”, tanya Ilham tiba tiba. Dian hanya terdiam malu, tidak berani berkomentar seraya menundukkan wajahnya yang terbalut jilbab itu seraya mencoba menghindari usaha bibir Ilham yang ingin mengecup pipi kanannya. “Tunggingin dikit dong sayanghh..”, pinta Ilham sambil menarik bongkahan pantat guru berjilbab itu keatas.
Tanpa menjawab Dian menunggingkan sedikit pantatnya. ”Emmh pantat kamu memang montok banget sayang, nggak salah apa yang aku khayalkan selama ini”, ujar Ilham seraya meremas remas bokong Dian dengan gemas. Sambil tangan kirinya menahan pinggul guru cantik berjilbab itu, Ilham kembali menyodokkan penisnya kembali.
“Ough.. pak pelan..”, pinta Dian kala merasakan penetrasinya terasa lebih dalam dari sebelumnya. Mungkin karena perempuan berjilbab itu menunggingkan pantatnya sehingga posisi vagina itu benar-benar bebas hambatan. Ilham tidak memperlambat sodokannya malah dipercepat, membuat Dian mulai mendesah pelan penuh nikmat. ”Sshh..ngghh..”, desis Dian pelan kala merasakan gesekan batangan Ilham di lubang vaginanya. Melihat tubuh guru berjilbab yang terdorong dorong ke depan, Ilham dengan sengaja melepaskan kedua tangan Diah sehingga ia dapat menahan tekanan tubuh pria itu dengan kedua tangan Dian bertumpu pada tembok.
”Sshh…gilaa nikmatth banget”, erang Ilham seraya kedua-tangannya mencengkeram dan meremas remas bokong yang bulat padat milik guru cantik berjilbab itu sambil tidak berhenti menyodok-nyodokkan penisnya ”Ooh…sayyangghh..oooh”, desah Ilham semakin kencang.
“Ohh…ngghh..pp..pak…ja..jangan berisik pak..”, pinta Dian karena takut desahannya didengar orang. ”I..i..iyahh..Innhh.. emhh abis mem3kmu enak bangetthh…ughh..”, katanya pelan dengan nafas menderu. Sodokan pria tersebut semakin cepat. Kurang puas meremas-remas bokong guru cantik berjilbab itu, Ilham menguakkan belahan pantat Dian. Dan satu jari pria itu mulai membelai anus Diah.
Kontan Dia menggeliat seraya menggoyang pantatnya kekanan dan kekiri karena kegelian. ”Ooooh… oooh”, Dian tidak lagi mendesis tetapi mendesah karena rasa nikmat yang tercipta dari sodokan penis Ilham ditambah gesekan jarinya yang membelai anus milik gadis berjilbab itu. Semua seperti racikan yang pas membuat guru SD berjilbab itu lupa diri membuatnya tidak dapat membendung desahan nikmat yang keluar dari bibirnya. “Ooghh…oohhh…ngghh..”, desah Dian menggila kala jari Ilham menusuk-nusuk kedalam anus guru berjilbab itu. Refleks, pantat Dian semakin menungging.
Setiap kali pria itu menarik penisnya jari ditusukkan kedalam anus Dian. Gerakan dua insan yang berlainan jenis itu semakin panas. Pantat guru cantik berjilbab itu nampak bergetar-getar hebat kala penis dan selangkangan Ilham membentur-bentur keras bokongnya. Kepala Dian yang terbungkus oleh jilbab putih itu nampak mengangguk-angguk kepayahan menerima sodokan Ilham sedari tadi. Desahan dan racauan dari mulut kedua mahluk lain jenis ini juga semakin tidak karuan.
Baju seragam PNS coklat muda serta jilbab putih yang dikenakan Dian nampak basah kuyup akibat keringat serta suhu lembab dan panasnya persetubuhan itu. “Akkuu..mau keluar..ahh…”, erang Ilham yang hendak mencapai klimaksnya. ”Oooh…emmmh”, desah Dian lebih keras seraya merapatkan tubuhnya ke dinding diikuti Ilham dengan menyodokkan penisnya dalam-dalam. Bahkan Ilham juga menusukkan jarinya sampai amblas kedalam lubang anus Dian. ”Aakkhhhh….”, pekik tertahan guru cantik berjilbab itu panjang tanda dia mencapai puncak orgasmenya (walau kenyataannya guru berjilbab itu habis diperkosa).
Ditelannya air liurnya sendiri seraya menikmati sisa kenikmatan puncak orgasme tadi, sedang penis Ilham ternyata masih sibuk memompa liang vagina Diah. Kedua tangannya memcengkeram pantat yang bulat dan padat itu sambil memompa penisnya dengan ganas. Dan, “Okkhh…..oooh”, erang Ilham sambil menghentakkan selangkangannnya rapat-rapat ke pantat Diah sambil menekan tubuh guru berjilbab itu hingga tertekan kedinding. Ekspresi wajah cantik terbalut jilbab itu nampak kaget kala menyadari penis Ilham menyemburkan sperma hangat memenuhi rahim miliknya.
Berkali-kali pria itu menghentakkan penisnya dalam-dalam membuat tubuh Dian terdorong ke tembok. ”Ooh… emmmh…”, desah Dian sang guru berjilbab itu tanpa sadar ikut menikmati sensasi Ilham berorgasme di dalam liang vaginanya. Denyutan serta semprotan spermanya berhamburan hangat keluar membasahi rahim Dian. Sekilas raut wajah guru cantik berjilbab itu seakan tersadar kembali. Dirapatkan tubuhnya kedinding dan menarik nafas seraya teringat kalau dia memang sudah mau haid. Dalam hati Diah hanya bisa berharap spermanya tidak membuahi telur dirahimnya.
”bu dian…emmh”, desah pria itu seraya mencoba mencium pipinya. Guru berjilbab itu menolak sembari mendorong Ilham dengan mata melotot. Melihat Dian yang protes, Ilham segera merapikan pakaiannya tanpa membersihkan penisnya yang masih dilumuri cairan vagina guru berjilbab itu. ”Cepat keluar pak”, hardik Dian dengan suara lantang sambil merapikan rok panjangnya. Ilham tanpa berkata apa-apa langsung keluar dari toilet. Guru berjilbab itu lalu langsung membersihkan kemaluannya dari sperma Ilham yang mengalir keluar. ”Ihh…banyak banget spermanya”, pekik Dian dalam hati.
Selesai merapikan baju seragam PNS-nya, guru berjilbab itu lalu mengendap endap keluar toilet dengan hati berdebar, takut ada orang yang mengetahui apa yang terjadi tadi di toilet. Dan ia pun pulang dengan perasaan berkecamuk, apakah dia baru saja dipaksa berhubungan seks oleh orang yang tidak diinginkannya ataukah dia memang justru menikmatinya? Ahh…entahlah.