Menakjubkan Nikkan,Bokong Besar Hoshino Nami SNIS-725-Gadis17

Nikkan Bokong Besar Hoshino Nami SNIS-725-Gadis17.Hari itu saya kedatangan Tamu wanita  teman Ibuku .Sedangkan Ibuku kali ini tidak ada dirumah,ibu pergi  kerumah nenek di luar kota, selama satuminggu.
BuRenny orangnya supel. Seorang janda anaknya duduk dibangku SMP Dia suka bercanda tapi dia menjaga sikap dan prinsip hidupnya.Hingga kini ia belum juga dapat suami baru lagi. Memang pernah dia didekati Pria beberapa kali, itu kata Ibuku.Tapi kandas di tengah jalan.
Ia sering kerumah urusan bisnis dengan Ibuku.Tubuhnya sensual, dadanya besar menggairahkan bagi yang memandang.
Dia sering ceritera dan  memberi tahu rahasia seksual yang dijaganya selama ini, Kali ini aku ingin mendekati dia lebih rapat . Padahal selama ini aku tidak pernah seperti itu.Pikiran nakal merasuki kepalaku. Tapi dia teman Ibuku? Aku tak peduli. Aku akan merayunya. Aku akan berakting pura-pura lugu. Itu jebakan buat dia nanti. Aku harus bisa menyaksikan keindahan dada miliknya.
“Silahkan duduk dulu Bu, mau minum apa ? minum Tee apa air soda “ tawarku
“ nggak usah lah, kita ngobrol dulu disini “ jawab Bu Renny

Aku mendekati BuRenny di sofa. Harum semerbak tubuhnya menyergap hidungku. Begitu menggoda, merangsang dan membangkitkan kejantananku.
Aku melirik wajahnya. Meski kulit wajahnya sudah tidak semulus gadis lagi, tapi sisa-sisa keayuan masa lalu masih ada. Bibirnya mungil, dipoles lipstick tipis. Dia cantik secara alami.
Kita mulai asyik ngobrol dari utara ke selatan dengan akrab, sampai pada hal yang sensitif kita bahas dengan canda.
“ kamu sudah punya pacar mas,?“ Tanya Bu Renny
“Blom sih…dulu pacar aku sedang…”
“ Biasanya orang seusia kamu ini suka liat film porno, iya kan “ Kata Bu Renny
“ “Ya Bu hanya iseng aja dan Kalo liat di film porno…kayaknya yang besar itu enak menurut aku.” Jawabku lugu
“ Apanya yang besar “ kata Bu Renny
“ Ya anu Bu itu Tetek besar dan Penis besar itu lho” jawabku
“Tapi suami Ibu dulu gak suka.yang besar-besar”
“Menurut aku bodoh, lakilaki gak suka ukuran dada besar…Itu kan keindahan, seksi banget…”kataku sambil melirik ke dada Bu Renny
Bu Renny tahu kalau kuperhatikan dadanya dia tersanjung. Senyumnya indah banget.
Sesaat suasana hening. Aku gelisah, karena penisku sudah mengejang dalam posisi miring.
“Bu benar gak sih…perempuan ukuran dada besar itu nafsunya gede juga yaa…”tanyaku
Bu Renny ketawa lebar. “Mungkin..kamu aneh-aneh aja…ya tergantung…”
Aku menatapnya erat2. Semakin dekat.
“Tergantung apa Bu?”
BuRenny jadi gugup. Ini sudah saatnya. Lantas Kugenggam tangannya.
“Bu…kalo aku suka dada yang besar…kalo Ibu suka punyaknya cowok yang besar juga?”
Pertanyaanku membuatBu Renny salah tingkah.
“Kamu jangan ngomong seks terus…ntar kamu jadi nafsu lagi…”
Sepasanng mata mungil itu menatapku sendu Bu Renny memandangiku dengan tatapan kosong. Ia menarik wajahku semakin dekat dan Bu Renny menarik tubuhku semakin rapat. Tangannya melingkari bahuku. Aku biarkan ia mengendalikan situasi.Dia menciumku, amboi wangi bau tubuhnya
Usai berciuman, ia melepas penutup kepalanya. Rambutnya yang hitam tergerai. Ia memiringkan kepalanya ke kiri, menampakkan leher yang jenjang.
“Ibu cantik…”
Ia mengembangkan senyum. Ia melumat bibirku lagi sambil memelukku erat erat. Aku mulai terpancing. Kujilati wajahnya, lehernya dan memandangi bagian dadanya yang masih tertutup itu.Bu Renny senyum kecil. Dia bangkit dan melepas restleting jubah panjangnya di bagian depan. BH warna putih itu menampakkan sebagian dagingnya. Dia sengaja tak melepas seluruh pakaiannya. Aku suka caranya.
“Kamu mau tetek Ibu?”
Aku manggut kayak anak kecil.
Bu Renny menarik kepalaku dan membenamkan di belahan BH putih itu. Aku merasakan daging kenyal itu, kujilati dan kuciumi dengan lembut. Wanginya sangat alami dan khas. Sulit kugambarkan aroma itu.
Aku membantu melepas baju itu hingga ke pinggang.
Sekarang BH itu terpampang jelas. Begitu besar menyangga isinya yang super besar itu.
“Bu, ini mah gede banget.”
“Kamu suka gak?”Aku menjawabnya dengan remasan. Aku gemas sampai bh itu nyaris terlepas karena tanganku. Bu Renny melepas bh itu dan melemparnya di ranjang. Puting2 itu coklat muda dan begitu mungil. Janda jilbab itu menjulurkan puting itu ke mulutku.Kuisap puting itu dengan lembut dan kumainkan dengan lidahku. Bu Renny merintih geli.
Aku amati bentuk buah dada Bu Renny. Besar, panjang, putih dengan urat2 halus di sebagian tubuh buah dadanya.
Kembali aku menjilati seluruh bagian tetek besar itu.dan kusedot sedot  Bu Renny sesekali memejamkan mata atau menjerit kecil setiap aku mengulum putingnya.
Tidak cuma payudara besar, janda ini juga punya pantat yang montok. Luar besar.
Ia melirik ke bagian selangkanganku. Celana jins itu dilepasnya pelan2. Penisku yang miring nongol dari cawatku dicengkramnya. Kemudian dilepasnya cawatku dengan cepat.
Bu Renny melotot sejenak. Melihat Batang penisku yang keras dan panjang. Kepala penis yang merah itu jauh leabih besar dari batangnya.
“Ya ampun…Jun..penis kamu gede juga.”
Sebelum mengulumnya, Bu Renny menempelkan penisku kedadanya, menjepit penisku di antara payudaranya. Kemudian dikulumnya dengan lembut. Lalu dikocok-kocoknya.
Aku terbuai oleh belaiannya. Dia begitu pintar. Bu Renny mencium setiap inci batang penisku. Ketika tiba di bagian kepala penis dia langsung membasahi dengan lidahnya dan melumatnya..
Tanpa tunggu lama, aku segera melepas cawat putih miliknya. Bagian vagina itu bersih tanpa bulu. Lubangnya kubasahi dengan liur dan kuarahkan penisku ke liang itu. Kutusukan penisku bleess sett..Tusukan penisku membuat dia meregang mengerang achhk …ack..sss.. mulutnya menjerit pelan.Tusukan penisku menghujam kutekan dalam dalam kugoyang didalam hingga mentok ke dasarnya.Ujung penisku terasa geli.
Kumiringkan tubuhnya, kakinya sebelah kuangkat ,dengan posisi menyilangkan kaki ,tusukan itu terus mengayun. Kupompa penisku ,dia mengerang bagai suara anak kucing auch…auch…ahh.Selama lima menit dalam posisi itu ,aku merasakan nikmat dia juga begitu. Kemudian saya  mengambil  posisi favoritku,  dia menungging  sambil melap vaginanya yang mulai basah dari gerakan tadi. Pantat yang menungging itu menunggu ditusuk oleh batang penisku.
Kupegang  penisku untuk mecari liang vagina dalam posisi doggy style. Pantat besar itu bergoyang goyang menahan sodokan penisku . Kulakukan gerakan lamban  sedikit demi sedikit kupercepat gerakan maju mundur , makin cepat hingga peluhku menetes kepantatnya ,dia berteriak menikmati
Achh,..aduh..ach..duh..ach..aduuhhh..nyamann..,Jeritan BuRenny makin keras.
Aku begitu sibuk. Kedua payudara yang bergelantungan itu pun tak lepas dari cengkramanku. Kuremas dan kukepal sekuat mungkin .pyek..pyek..pek…pyekkpeg..suara penis bergesekan dilobang vagina mengiringi goyanganku.
Setengah jam berlalu kupompa penis terus menerus diiringi suara dengus dan desis manja Bu Renny, aku mulai jenuh ingi gaya yang lain.
Kubopong tubuh sintal itu ke kamar. Di ranjang, ia kurebahkan.Tapi Bu Renny bangkit dan meneteki aku di atas ranjang. Aku seperti anak kecil yang haus kasih sayang.
Bu Renny  memandangiku dengan lembut, persis seorang Ibu. Sambil membelai rambutku. Kata-katanya pun terdengar lembut dan membuaiku.
“Kamu hebat banget sih. Saya puas banget.Kamu puas gak sama Saya?”
Kulepas mulutku dari putingnya.
“Puas Bu. Tubuh ibu seksi banget.Teteknya enak banget.Gede sih…”
Bu Reni membantu aku meraih putingnya. Kujilati lagi dengan mulutku. Sementara itu, penisku sudah digenggamnya. Dikocokkocoknya.

“Kamu kuat dan lama ya keluarnya. Suami Ibu dulu sih cepat keluar spermanya.”
Bu Renny lalu tidur tengkurap. Pantat besar itu kujilati. Lalu, kuangkat sedikit dan kuarahkan penisku kutusukan ke memeknya lagi .Dengan posisi dari belakang ini Bu Renny sangat senang karena dia merasa tidak capek ,katanya. Kugoyang lagi penisku kedalam lobang memek itu sodokan  maju mundur lambat lalu cepat. Lambat cepat lagi. Membuat Bu Reni meronta liar. Sodokanku membuat ia menahan pedih di bibir vaginanya dan nikmat tiada tara. Tiba-tiba ia menggeliat dan menggeliat lagi. Kupompa  penisku dengan gerakan cepat gerakanku sampai tubuhya bergetar hebat.
Bu Renny merintih  mengaku mencapai klimaks.achh. achhh..aduh  keluar aku,,achh..Serrr. Ser. Becek rasa vaginanya, terus kupompa pyek..pyek pyek  bunyinya .Penisku seperti dicelupkan dimangkuk bubur ,terasa becek.Kemudian dia menjatuhkan badannya ,hingga penis lepas sendiri dari lobang memek, kelihatan penisku mengkilap basah oleh cairan vagina.Napas Bu Renny ngos-ngosan lunglai setelah merasakan kenikmatan.yang amat sangat ” Kamu kuat sekali , sampai kini belum klikmak ,” kata Bu Reni.
Bu Reni bangkit dari tempat tidur mau kekamar mandi untuk buang air kecing.Saya buntuti dari belakang dengan penis yang masih ngaceng.” Gimana nih bu, kontol saya masih belum lemes”
Kata saya. “ Sabar dulu nanti main lagi setelah saya buang air kencing “ jawabnya.
Di kamar mandi, Bu Renny membasuh memeknya kudekati dan kedekap dari belakang dalam posisi setengah berdiri, kumasukan kontolku dari belakang menekan pantat besar itu .Sodokan pompa dengan gerakan cepat akhirnya sampai puncaknya, kakiku merasa gemetar tegang dan terasa ada sesuatu yang mengalir ditubuhku mengumpul di penisku aku mencapai klimaks.enak sekali. “ Kontolmu rasanya mengembang enak, kayaknya kamu mau keluar ya.?” Tanya Bu Renny
.” ya “ jawabku singkat sambil meringis terus memompa ,Bu Renny kuminta untuk mengulum penisku, karena kok sulit mucratnya Sperma didalam vagina hingga aku merasa ngilu.
Kucabut penisku dan kuarahkan ke mulut Bu Reni yang siap menerimanya, di kecup dan disedotnya penisku, aduh nikmat dan croooott,..  crott.. keluar mani dimulut Bu Renny, lalu direguknyadihisap dan dikenyut, hingga lemas penisku.Mulut Bu Renny penuh dengan spermaku sampai menetes ke bibirnya meleleh ke dadanya, penisku dalam genggamanya dikeluarkan dari mulut, lantas terasa muncrat lagi spermaku croot..croot..mengenai hidung dan dahi Bu Renny
” Aduh banyak bener spermamu “ katanya dan tangannya masih mengocok-ngocok penis , hingga aku merasakan spermaku mau muncrat lagi
“ Aduh keluar lagi nih, kalau ditampung ada segelas banyaknya, Yeahk..ehccc ehhhc mmm “ kataku.Croot..croot..croot.Muncrat lagi spermaku membasahi dada yang montok dan besar itu, mengalir kesela buah dadanya.
Terasa loyo badanku,penisku lemes, Bu Renny menyiram tubuhnya dengan air membersihkan sperma yang ada dibuahdadanya
Saya mencium muka dan pipinya,Kata dia ini untuk pertama kali dia mau melakukannya menghisap penis. Tidak pernah dilakukan dengan suaminya atau pacarnya dulu.
Kemudian Kami mandi bersama.saling menyabun badan, aku sabun vaginanya dia tertawa cekikikan,” Aduh..geli .ntar bisa terangsang lagi aku ,”katanya “ Lagian kontolmu sudah loyo gitu” sambungnya.
Usai mandi, aku memasang bhdi tubuhnya saya pandangi buah dada indah nikmat itu., Kupeluk dia dan aku ingin senggama lagi tapi penisku capek nggak mau berdiri, Bu Renny hanya tersenyum.