Model43 Guru Kanna Ito Kanna-100 Terangsang Dezome-Gadis17

Model43 Guru Kanna Ito KannaTerangsang Dezome-Gadis17.Aku mengenal sex saat masih duduk di kelas SMP. tidak sengaja saat maen ke rumah teman,  aku menemukan setumpukan video video porno di dalam sebuah kotak. Dengan rasa penasaran aku ambil satu dan kusetel film tersebut. Sungguh pengalaman pertamaku ini membuka mataku .Film itu menceritakan gadis gadis yang sedang di setubuhi  oleh om om dan teman lainnya,. Oya sampai lupa ngenalin , perkenalkan namaku Jun  umurku saat ini 21 tahun sebgai mahasiswa PTS Bandung. Cerita ini ada ketika aku duduk di bangku SMA.Di rumahku ada pembantu baru.Orangnya masih kecil sekitar 14 tahun lah, tapi itu dia yang membuatku suka. Aku itu suka wanita imut-imut yang masih kecil mungkin gara-gara video waktu itu. (aku suka begitu melihat situs-situs tentang

karena  cewek-cewek di situs-situs itu masih imut-imut). Dan yang paling membuatku tergoda  adalah payudaranya yang baru tumbuh, masih agak runcing (tapi tidak rata).
Setiap hari kerjaannya, biasalah kerjaan pembantu rumah tangga, ya ngepel, ya mencuci dan lain-lain. Kalau aku sarapan, kadang aku suka melihat dia ngepel karena roknya agak terbuka sedikit, membuat konsentrasi ku sedikit terganggu. karena berusaha melihat celana dalamnya, tapi sayang susah. Untuk awal-awal aku hanya bisa minta dibuatkan teh atau susu.
Lambat laun karena penasaran, kuintip saja kalau ia  sedang mandi. Tapi sayang karena lubang yang tersedia kurang memadai, yang terlihat hanya pantatnya saja, karena terlihat dari belakang. Kadang-kadang terlihat depannya hanya tidak jelas, payah deh. Nah pada suatu hari aku nekat. Kupanggil dia untuk pijati aku, oh iya nama dia Leti.
“Let.. pijitin dong, gw pegel banget nih abis maen bola tadi”, kataku.
“Iya Mas, sebentar lagi ya. Lagi masak air nih, tanggung”, jawabnya.
“Iya, tapi cepet ya. gw tunggu di kamar.”
Cihuy, dalam hati aku bersorak. Nanti mau tidak ya aku ajak begituan. Lalu kubuka bajuku sambil menuggu. Lalu pintuku diketok,
“Permisi Mas”, ketoknya.
“Masuk aja Let, nggak dikunci kok”, lalu dia masuk sambil bawa minyak buat mijit.
Mulailah dia memijatku. Mula-mula dia memijat punggungku dan sambil kuajak ngobrol.
“Kamu sekolah sampai kelas berapa Let?” tanyaku.
“Cuma sampai kelas tiga aja Mas, soalnya nggak ada biaya”, jawab dia.
“Sekarang kamu umur berapa?” tanyaku lagi.
Dia menjawab, “Umur saya baru mau masuk 15 Mas.”
“Udah gede dong ya”, kataku sambil tersenyum.
Lalu aku membalikkan badan, “Pijitin bagian dadaku ya…” pintaku sambil menatap memohon. “Iya mas”, katanya. Dia memijati dadaku sambil agak menunduk, jadi baju yang dia pakai agak kelihatan longgar jadi aku bisa melihat bra yang dia kenakan yang menutupi dua buah payudara yang baru tumbuh.
Wah, kemaluanku jadi tidak karuan lagi rasanya. Ditambah  aku juga menikmati wajahnya yang masih polos itu. Begitu dia selesai memijati dadaku, aku langsung bilang, “Pijitan kamu enak”, terus aku nekat langsung meraba payudara dia yang imut itu,
Ternyata dia kaget dan langsung menepis tanganku dan langsung  pergi dari kamarku. Aku kaget dan jadi takut kalau dia minta berhenti dan bicara dengan mami. Gimana nich? aku langsung dihantui rasa bersalah. Ya sudah ah, besok aku minta maaf saja padanya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.
Benar saja, esoknya ia terlihat  agak takut kalau lewat depanku. Aku langsung bicara saja dengan dia.
“Let… yang kemaren itu maaf ya… gw khilaf, jangan bilang sama mami  ya.”
“Iya deh Mas, tapi janji nggak kayak gitu lagi khan, abis saya kaget dan takut”, kata dia.
“Iya saya janji”, jawabku.
Sebulan setelah peristiwa itu memang aku tidak ada pikiran untuk berbuat seperti itu lagi. Dan dia juga sudah mulai kembali biasa. pada suatu hari, waktu  aku mencari celanaku di belakang, karena celanaku sedang dicuci. Soalnya itu di celana itu ada uang yg lupa kuambil. . Yah basah deh duitku.
Eh, pas aku lewat kamar si Leti, kelihatan lewat jendela ternyata dia lagi tidur. Rok yang dia pakai tersibak sampai ke paha. Yah, timbul lagi deh ide setan untuk ngerjain dia. Tapi aku bingung bagaimana caranya. Akhirnya aku menemukan ide, besok saja aku masukkan obat tidur di minumannya. Dan aku menyusun rencana, bagaimana caranya untuk memberi dia obat tidur.
Besok pas sedang makan dan kebetulan rumah sedang sepi, aku minta dibuatkan teh. Setelah selesai dia buat dan diberikan ke aku. Kumasukkan saja obat tidur ke teh itu. Terus manggil dia,
“Let… kok tehnya rasanya aneh sih?”
“Masa sih Mas?” kata dia.
“Cobain saja sendiri”, dia langsung minum sedikit.
“Biasa saja kok Mas…” katanya.
“Coba lagi deh yang banyak”, kataku.
Dia minum setengah, terus aku bilang,
“Ya udah yang itu kamu abisin saja, tapi buatin yang baru.”
“Iya deh Mas, maaf ya Mas kalo tadi tehnya nggak enak”, jawabnya.
“Nggak apa-apa kok”, jawabku lagi.
Aku tinggal tunggu obat tidur itu bekerja. Ternyata begitu dia buat teh baru, eh dia sudah ambruk di dapur. Langsung saja kuangkat ke kamarku. Begitu sampai di kamarku, kurebahkan  di kasurku. Berhasil juga aku membawa dia ke kamarku, pikirku dalam hati.
Lalu aku mulai membukan bajunya, gile… aku deg-degan, soalnya pertama kali nich! Kelihatan deh branya, dan di dalam bra itu ada benda imut berupa gundukan kecil yang bisa membuatku terangsang berat. Lalu kubuka roknya, kelitan CD-nya yang berwarna krem.
Tubuhnya yang tinggal memakai bra dan CD membuat kemaluanku semakin tidak tahan. Tubuhnya lumayan putih. Dalam keadaan setengah telanjang itu, posisi dia kuubah menjadi posisi duduk, lalu kuciumi bibirnya, sambil meremas-remas payudaranya yang masih kecil itu.
Dan tanganku yang satu lagi mengusap CD-nya di bagian bibir kemaluannya. Kumasukkan lidahku ke mulutnya dan aku juga berusaha menghisap dan menjilati lidahnya. Sekitar 10 menitan kulakukan hal itu. Setelah itu kubuka bra dan CD-nya.
Wow, pertama kalinya aku melihat seorang gadis dengan keadaan telanjang secara langsung. Payudaranya terlihat begitu indah dengan puting yang kecoklatan baru akan tumbuh. Bagian kemaluannya belum ditumbuhi rambut-rambut dan terlihat begitu rapat.
kujilat dan kuhisap  payudaranya. payudara yang satu lagi kuremas dan kuusap-usap serta kupilin-pilin putingnya. Putingnya tampak agak mengeras dan memerah. Setelah aku mainkan bagian payudaranya, kujilati dari dada turun ke arah perut dan terus ke arah bagian kemaluannya.
Bagian itu kelihatan masih sangat polos, dan terlihat memang seperti punya anak kecil. Kubuka kedua pahanya dan belahan kemaluannya, begitu kudekati ingin menjilati. Tercium bau yang tidak kusuka, ah kupikir peduli amat, aku sudah nafsu sekali.
Kutahan nafas saja. Kubuka belahan kemaluannya dan aku melihat apa yang di namakan klitoris, yang biasanya aku lihat di situs-situs Porno, akhirnya kulihat secara langsung. Lalu kujilat klitorisnya itu.
Tiba-tiba dia mengerang dan mendesah, “Sshh…” begitu. Aku kaget dan hampir kabur. Ternyata dia hanya mendesah saja dan tetap terus tidur. Ketika aku jilati itu, ternyata ada cairan yang meleleh keluar dari kemaluannya, kujilati saja. Rasanya asin plus kecut.
Nah sekarang aku dalam keadaan yang amat terangsang, tapi begitu kuperhatikan wajahnya dan ke seluruh tubuhnya aku jadi tidak tega untuk merebut keperawanannya. Aku kasihan tapi aku sudah dalam keadaan yang amat terangsang.
Akhirnya kuputuskan untuk ONANI saja.

Soalnya aku tidak tega. Aku pakaikan dia baju lagi dan menidurkan di kamarnya. Yah, aku melepaskan pengalaman pertamaku untuk bercinta dengan seorang gadis mungil berumur 15 tahun! ga tahu deh aku menyesal atau tidak.
Setelah melepas kesempatan untuk bercinta dengan Leti . Aku jadi kepikiran terus. Setiap saat-, selalu ingat sama payudara mungilnya dan daerah kemaluannya yang masih polos itu. Untungnya si Leti tidak pernah merasa telah terjadi  sesuatu. Dia selalu bersikap biasa di depanku. Hanya saja aku tidak biasa kala melihat dia. Soalnya pikiranku kotor melulu.
Pelampiasannya paling aku masturbasi sambil melihat gambar-gambar porno yang aku dapatkan dari situs-situs bokep. Lama kelamaan aku bosan juga. dan hasrat bejat itu muncul lagi. Sepertinya aku sudah tidak tahan.
Akhirnya pada suatu waktu, aku mendapat kabar yang amat sangat bagus, ternyata orangtuaku mau pindah ke luar negeri, karena bapakku ditugasi ke luar negeri selama 2 tahun. Jadi, aku tidak perlu takut dia mengadu sama mami, paling aku ancam sedikit dan aku kasih duit dia diam.
Setelah kepergian orangtuaku ke luar negeri, aku langsung punya banyak planning untuk ngerjain dia. Yang pasti aku sudah malas membius-bius segala. Soalnya dia diam saja, ga seru! Ya sudah aku merencanakan untuk memaksa dia saja (eh, kalau ini termasuk pemerkosaan ga sih?).
Pada suatu hari, ketika Leti sedang mandi. Kuintip dia. Biasalah, cuma kelihatan belakangnya saja, tapi aku jadi bisa mengantisipasi kalau dia sudah selesai mandi langsung aku sergap saja. Untungnya setelah dia selesai mandi, keluar kamar mandi menuju kamarnya hanya memakai handuk saja tidak pakai apa-apa lagi.
Begitu keluar kamar mandi langsung kututup mulutnya dan kupeluk dari belakang, dia meronta-ronta. Cuma tenagaku sama tenaga anak umur 14 tahun menang mana sih. Kubawa masuk ke kamar Nanti kalau dia meronta-ronta malah lepas lagi. Pas masuk kamar, kujatuhkan dia ke kasur sambil menarik handuknya. Leti  terlihat ketakutan dengan tubuh tidak mengenakan apa-apa.
“Mas Jun, jangan Mas” mohonnya.
“Tidak apa-apa lagi Let… Paling sakitnya sedikit entar lo pasti juga ngerasain enaknya”, kataku.
Dia kelihatan seperti mau teriak, langsung saja kututup mulutnya.
“Jangan coba-coba teriak ya!” hardikku.
Dia mulai menangis. Aku jadi sedikit kasihan, tapi setan sudah menguasai tubuhku.
“Cobain enaknya deh…” kataku.
Sambil tetap menutup mulutnya kuraba dan kuelus payudaranya itu.
“Santai aja, jangan nangis. Nikmati enaknya kalo susumu di elus-elus”, kataku.
Setelah kulepas tanganku dari mulut dia, langsung kucium bibirnya. Ternyata dia lumayan menikmati ciuman sambil payudaranya tetap kuremas-remas. “Enak kan?” kataku. Dia diam saja. Terus kubuka CD-ku. Kukeluarkan batang kemaluanku. Dia kaget dan takut.
“Tolong pegangin anuku donk… dipijitin ya…” pintaku.
Pertama-tama dia takut-takut untuk memegang anuku, tapi setelah lama dipegang sama dia, dia mulai memijiti. Wah, rasanya enak sekali. Setelah itu dia kusuruh tiduran,
“Mas mau ngapain?” tanyanya.
“gw mau ngasih sesuatu hal yang paling enak, lo nikmatin aja” jawabku.
Kubuka belahan pahanya, pertama dia tidak mau buka, tapi setelah kubujuk, akhirnya dibuka juga pahanya. kujilati kemaluannya sampai. Dia mendesah-desah. “Tuh kan enak”, kataku. Kujilati sampai keluar cairannya.
Aku merasa pemanasan sudah cukup, begitu kusiapkan batang kemaluanku ke depan liang kemaluannya dia menangis lagi dan berbicara,
“Jangan Mas, saya masih perawan.”
“Saya juga tau kok kamu masih perawan”, jawabku.
Aku tetap bersikeras untuk menyetubuhinya. Pas aku mau mendorong kemaluanku masuk ke dalam liang kemaluannya, eh dia meronta dan mau lari. Dengan cepat kutangkap. Wah, susah nih pikirku. Kebetulan di kamar itu kulihat ada tali untuk jemuran, kuambil dan kuikat saja tangan dan kakinya ke tempat tidur.
“gw tahu lo masih perawan, abis gimana lagi gw udah ga tahan”, kataku.
Dia memandangku dengan tatapan memohon dan disertai dengan air mata.
“Atau kamu lebih suka lewat pantat, biar perawan tetap terjaga?” tanyaku.
“Iya deh Mas, lewat pantat aja ya… tapi ga apa-apa kan Mas? Nanti bisa rusak tidak pantat saya?” jawabnya.
“ga apa-apa kok”, jawabku.
Ya, sudah kulepaskan talinya. Aku tanya sama dia, dia punya lotion atau ga, soalnya kalau lewat pantat harus ada pelicinnya. Terus dia bilang punya. Kuambil dan kuolesi ke pantatnya dan tak upa juga ke kemaluanku.
Langsung saja aku ambil posisi dan si Lita posisinya menungging dan pantatnya terlihat jelas. Aku mulai masukkan ke pantatnya. Pertama agak susah, tapi karena sudah diolesi lotion jadi agak lancar.
“Sslleb… ahhh…”, jepitan pantatnya sangat kuat.
“Aduh… Mas, sakit Mas…” rintihnya.
“Tahan sedikit ya …” kataku.
Langsung saja kugenjot. “Gile banget, enaknya minta ampun…” Terus aku berfikir kalau lewat kemaluannya lebih enak apa tidak ya? masih perawan lagi.
Ah, lewat kemaluannya saja dech, peduli amat dia mau apa tidak. Kulepaskan batang kemaluanku dari pantatnya. Aku membalikkan badannya terus kuciumi lagi bibirnya sambil meremas payudaranya.
“Udahan ya Mas, saya sudah cape…” pintanya.
“Bentar lagi”, jawabku.
Setelah itu langsung kutindih saja badannya.
“Lho Mas mau ngapain lagi?” tanyanya panik tapi tak bisa ngapa-ngapain karena sudah kutindih.
“Tahan dikit ya …” kataku.
Langsung kututup mulutnya pakai tanganku dan batang kemaluanku kuarahkan ke liang kemaluannya. Dia terus meronta-ronta. Leti menangis lagi sambil berusaha teriak tapi apa daya mulutnya sudah kututup. Akhirnya batang kemaluanku sudah sampai tepat di depan lubang kemaluannya.
mau masukkin  ke lubangnya susahnya minta ampun, karena masih rapat barangkali ya? Tapi akhirnya kepala kemaluanku bisa masuk dan begitu kudorong semua untuk masuk, mata Lita terlihat mendelik dan agak teriak tapi mulutnya masih kututup dan terasa olehku seperti menabrak sesuatu oleh kemaluanku di dalam liang kemaluannya.
Selaput dara mungkin, kuteruskan saja.  walaupun dia sudah kelihatan sangat kesakitan dan berurai air mata. Kucoba lepas tanganku dari mulutnya. Dia menangis sambil mendesah, aku makin tergoda mendengarnya.
Kugenjot terus sambil kupilin-pilin putingnya. Hingga  akhirnya aku keluar juga. Kukeluarkan di dalam luabang kemaluannya. Waktu kucabut kemaluanku ternyata ada darah yang mengalir dari liang kemaluannya. Wah, aku merenggut keperawanan seorang anak gadis.
“Let… sorry ya… tapi enak kan. Besok-besok mau lagi kan…” tanyaku.
Dia masih sesenggukan, dia bilang kalo kemaluannya terasa sakit sekali. Aku bilang paling sakitnya cuma sehari setelah itu enak.
Esoknya  dia aku kasih obat anti hamil dan aku bisa berhubungan dengan dia dengan bebas. Ternyata setelah setahunan aku bisa bebas berhubungan dengan dia, dia minta pulang ke kampung katanya dia dijodohi sama orangtuanya. Kuberikan uang yang lumayan banyak. Soalnya dia tidak balik lagi.
“Inget ya Let… kalo kamu lagi pingin begituan dateng aja ke sini lagi ya…”
Begitulah kisahku dan aku tetap suka sama cewek yang imut-imut. Kenapa ya? apa aku fedofil? Tapi sepertinya tidak deh, Soalnya yang kusuka itu harus punya payudara walaupun kecil. Jadi sepertinya aku bukan pedofil, Ok.