PGD-883 貪り合いたい…友人の姉の誘うような淫乱おま○こ 波多野結衣

PGD-883 貪り合いたい…友人の姉の誘うような淫乱おま○こ 波多野結衣-Gadis17 . Cerita ini mungkin sedikit aneh karena cerita sex ini adalah sebuah pengalaman dari seorang temen saya yang sedang bermain di salah satu kota besar di jawa timur. mungkin cerita ini bisa dijadikan sebuah pengalaman hebat yang sangat jarang terjadi lagi mungkin. Tapi semua hal pasti akan terjadi apabila waktu yang berkata.

Siang itu saya dan pacar saya baru saja pulang dari sebuah tempat wisata dikota Surabaya dengan menggunakan motor. Karena perjalanan yg lumayan jauh pacar saya bilang mau buang air kecil dulu. Akhirnya saya memutuskan untuk menepi disebuah warung kopi. Setelah pacar saya turun dia tanya ke Ibu2 penjaga warung.

“Bu Kamar mandinya sebelah mana ya?”.
“Dikebun belakang ada kamar mandi dek, Tidak jauh kok cm sekitar 500m”, Jawabnya
“Oh terima kasih bu” dan tak lama dia menoleh kepadaku
“Sayang kamu pesen minum aja dulu aku agak mules jadi mungkin agak lama”.
“Baik lah” saya menjawab sambil tersenyum.

Setelah turun saya pesan minum dan sembari menunggu saya ngobrol dengan si ibu mengenai asal usul kami berdua.
Sekilas tentang kami berdua. Kami masih sama2 menempuh kuliah disalah satu PTS ternama dikota S*****. Saya Fadil dan pacar saya bernama Linda.
Linda memiliki postur yang lumayan padat , walau dia menggunakan baju tertutup dan berjilbab. Tingginya sekitar 169cm dengan kulit putih ukuran dadanya juga lumayan besar kira2 36b yang sering membuat saya berdecak kagum adalah bentuk pinggulnya yang sangat indah . Banyak yang bilang saya pemuda beruntung karena bisa mendapatkan Linda.

Sekitar setengah jam saya menunggu Linda belum juga muncul. Akhirnya saya berniat menyusul sekalian kencing juga pikirku. Setelah menitipkan motor dan tas ke ibu penjaga warung saya berjalan menyusuri kebun tebu yang lumayan rindang dan sepi. Setibanya dikamar mandi dimaksud si ibu saya sempet bingung. Kok Linda gak ada. Akhirnya saya putuskan untuk kembali kewarung mungkin aja si Linda udah balik. Ditengah jalan saya sempat melihat sebuah rumah kecil dari kayu. Letaknya agak tersembunyi mungkin klo orang tidak memperhatikan tidak akan yang tau kalau disitu ada rumah . Tapi yang membuat saya penasaran sekaligus berdegup saya mendengar suara rintihan seorang wanita dari arah rumah kecil itu.

Lewat celah jendela saya coba mengintip apa yang sedang terjadi didalam. Saya terdiam ketika tau apa yang sedang terjadi disana. Linda sedang duduk disebuah diranjang kayu sedang diisap vaginanya oleh seorang pemuda dengan perawakan besar dan hanya menggunakan CD. Dengan baju terusannya yang terangkat sampai perut dan legging beserta CDnya yang sudah melorot sedengkul, Linda meracau “Maaaaaaaasssssshhhh Jangghhhaaan” tapi tangannya menggengam erat kepala si pemuda seperti tak mau melepasnya. Saya dapat melihat jelas vagina yang memang baru saja dicukur itu dilahap dengan rakus oleh sipemuda sambil sesekali tangannya yang besar tadi memilin itilnya Linda. Dengan suaranya yang makin merintih Linda terus meracau , ” Maaaaaaashhhh Janggggaaaaan Nantiii Paccccchaar Saaaaayaa Leeewaaaaaat “. 10 menit gerakan pinggul Linda semakin menggila mengikuti gerakan tangan si pemuda yang memang dari tadi mengocok-ngocok vagina Linda. Dan semenit kemudian Linda mengerang panjang sambil pinggulnya mengangkat keatas ” Maaaaaaash Akkkkkuuuuh Keeeeeluaaarrrhh “…….” Aaaaccchhhhh “.

Gila itu orgasme pertamanya tanpa penetrasi pikirku. Ya kami memang sering ML dan saya juga lelaki yang telah membobol Linda. Tapi baru kali ini saya melihat dia orgasme pada saat permainan belum dimulai.
Pemuda itu bangun dan dengan tersenyum dia bertanya “Enak sayang ?”.
Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Linda tidak menjawab hanya menganggukan kepala. Tidak berapa lama si pemuda melepas sarungnya seketika itu pula saya dapat melihat penis seukuran terong jumbo berurat dengan kepala sebesar bola golf bak topi tentara sedang mengacung tegak dihadapan wajah Linda. Saya sempat minder melihat penis si pemuda itu.
Pemuda itu tersenyum sambil berbicara. “Saya tau kamu sudah tidak perawan lagi, Tapi coba lihat lebih besar mana ? Dibandingkan punya kekasihmu”.

Tak ada jawaban dari Linda tapi yang saya lihat tatapan mata Linda berubah dia seperti kaget, takut, penasaran, terpesona, dan kagum karena memang Linda biasanya Cuma melihat penis saya yang berukuran standard. Tanpa aba2 si pemuda memegang tangan Linda dan coba ngarahkannya ke penis raksasa itu. Dan dengan komando dari sipemuda Linda mulai mengocok penis itu. Pernah suatu hari kami menonton film blue dikost saya dan dengan polos Linda bertanya “ Kok bisa ya anunya sebesar botol gitu ?“,saya hanya tersenyum dan bilang “Namanya juga film”. Tapi entah apa yang ada dibenak Linda saat ini dengan Penis raksasa digengamannya. Tangan kanan si pemuda coba untuk mendekatkan wajah Linda kepenisnya.

Mau pingsan rasanya saat melihat Linda tanpa komando dari pemuda itu dia mulai menjilat leher penis itu. Layaknya artis film Linda mengocok sambil sesekali memasukan penis itu kemulutnya agak susah awalnya menelan semua penis itu kemulutnya tapi Linda terlihat sangat lihai. Dengan masih memakai jilbabnya, Linda terus bekerja. Sambil mengerang keenakan tangan sipemuda juga bergerilya divagina Linda “Wuueeenaaachhkk Mbbbaaaakkhh”, ujarnya. Hampir beberapa menit lamanya saya menyaksikan adegan panas itu. Sipemuda kemudian memegang pinggul Linda dan membangunkannya, Dia langsung melumat bibir mungil Linda sambil tangannya membuka resleting belakang baju Linda sambil kakinya menginjak legging yang sedari tadi masih tersanggut dikaki Linda setelah bajunya terjatuh sipemuda coba melepas kaitan bra. Dan akhinya saya melihat mereka berdua benar bugil sambil berciuman, layaknya sepasang kekasih. Tangan Linda menggengam erat penis si pemuda seakan tak mau melepasnya.

Sampai akhirnya Linda dibaringkan dikasur kayu. Sipemuda yang terlihat mulai tidak sabar diarahkannya rudalnya kebibir vagina, digesek2 sebentar setelah merasa cukup licin penis itu mulai menerobos vagina Linda. “ Pelan2 ya mas…aku takut sakit”, ucap Linda. “Tenang mbak awalnya memang sedikit sakit tapi lama2 pasti kamu suka “.
Bukannya melakukan sesuatu, saya malah seperti terhipnotis untuk melihat vagina Linda sedang dipaksa menelan Pisang Ambon. Terlihat jelas dari arah saya mengintip penis itu dimasukan dan diLindak begitu seterusnya sampai akhirnya seluruh penis itu lenyap ditelan vagina Linda saya sampai terheran2 melihat peristiwa itu Terdengar erangan Linda “sssssshhhhhh aaccch”. “Maaaaassshhh’’. Pelan2 pemuda itu mulai menggoyangkan penisnya diliang vagina Linda. Bibir vaginanya sampai ikut tertarik kedalam mengikuti gerakan penis besar itu. Sipemuda baru mulai mempercepat goyanganya Linda sudah mengangkat pinggulnya keatas dan kemudian mengejang. “ Maaaaaassshhh……..Aaccchhkkkuu keluaaaaaarrrrhhh”. Ujar Linda setengah berteriak. Tampak ada cairan bening muncrat dari vagina Linda.

“Haaaaah…!!!” Saya terkejut melihat Linda, karena biasanya dia harus berjuang keras untuk bisa orgasme dengan saya. Pemuda itu sangat pengertian dengan Linda dia melepaskan penisnya dan dalam sekejap dia membalikan tubuh lemah Linda keatas tubuh kekarnya. Linda membuka jilbabnya dan keringat mengucur deras dari dahinya. Tangan Linda coba meraih batang penis itu untuk kemudian memasukkanya lagi kelobang vagina milliknya. Pinggul Linda mulai bergoyang. Tangan Linda meraih kepala bajingan itu dan dengan semangat pemuda itu menghisap kedua payudara yang tadinya hanya milik saya.”Isaaaaphh Teeeruusssh Sayaaaangghh” Linda terus meracau. Belum pernah saya melihat Linda bergoyang seliar itu padahal dia sudah 2 kali orgasme. Tanpa sadar saya mengeluarkan penis dan mulai beronani. Beberapa detik berselang Linda kembali orgasme. Berbarengan dengan saya yang juga mengeluarkan mani saya dibalik rumah itu.

Linda terlihat sangat lemas. Dia kembali dibaringkan dan pemuda itu bersiap menindihnya. Vagina Linda sudah sangat banjir. Kecipak seperti suara air terdengar ketika penis itu kembali mengobok-obok seisi vagina Linda. “Leeeebiiih Keeeeraasssh Maaaass” ucapan Linda semakin kacau. “krrrrraaaaaak … !!”, Saya sempat menginjak batang kayu dan pemuda itu mendengar dia menghentikan goyangannya sambil berteriak, “Sopo iku…!!! (Siapa Itu) “,hardiknya tapi tangan Linda meraih wajah Pemuda itu “ Sudah mas paling kucing, aku lagi tanggung nih…” ujar Linda sambil tersenyum dan kemudian melumat mesra bibir bandot tengik itu. Untung saja pikirku. Dan pertempuran kembali dilanjutkan. Hampir 20 menit Linda digenjot pemuda itu. Entah berapa kali Linda mengalami orgasme karena hanya erangan demi erangan selalu keluar dari bibir mungil itu . Semakin lama goyangan sipemuda semakin tidak beraturan. “ Aaaccchhkuuu Mauuuuhh Keeeluuuaarrrh Saayaangghhh ”. Kata si pemuda tiba2.

Bukannya melepas tubuhnya tangan Linda malah semakin menekan pantat sipemuda dan membuat penisnya makin dalam menghujam liang vagina itu. Dan crot crot crot pemuda itu menumpahkan semua spermanya didalam vagina. Ada perasaan benci melihat kejadian itu karena Linda tidak pernah mau kalo saya muncrat didalam. Takut hamil katanya. Tapi kali ini Linda malah memeluk erat lelaki biadab itu sambil menciumnya dan membiarkan penis itu masih menancap didalam liang vaginanya. Seakan tidak cukup menampung sperma, vagina Linda mengeluarkan banyak cairan putih kental dari dalamnya. Yakin mereka akan menyudahi pertarungannya saya bergegas kembali kewarung kopi tadi. Dengan perasaan masih tidak karuan saya duduk di warung tadi. Selang beberapa menit Linda muncul. Lengkap dengan pakainnya sewaktu dia pergi kekamar mandi tadi.
“ Sayang maaf ya lama banget… Gak tau nih tiba2 aja perutku mules banget jadi lama deh..” ujarnya sambil memelas, “ gak apa2 kok “ jawabku datar.

“ Kamu udah ngopinya, jalan lagi yuu “. Dan setelah berpamitan kepada si ibu kami kembali pulang.
Setelah kejadian itu hampir setiap akhir pekan Linda selalu pergi , kerumah temannya diB***** katanya. Dan dia selalu memelih untuk naik kendaraan umum. Pernah suatu waktu saya menemukan beberapa kondom yang belum terpakai ditasnya. Anehnya saya tidak pernah berani untuk menanyakan hal ini ke Linda. Saya juga merasakan keanehan ketika kami ML dia seperti males2an dan tidak semangat. Kadang saya bingung karena saya masih sangat mencintainya.