play999.cc-SNIS448 - Gadis17

Play999.cc-SNIS448 – Gadis17 . Yenni ditugaskan sebagai pimpinan unit sebuah bank BUMD di sebuah kabupaten. Untuk itu maka ia harus berpisah dgn suaminya yang bekerja sebagai dosen dan pengusaha di kota. Yenni menyewa sebuah kamar paviliun yang dihuni oleh seorang wanita tua yang anak-anaknya pada ke kota semua. Pada hari pertama ia bertugas, bnyk sekAnton kesan yang dpt di terimanya dari para bawahannya di kantor. Yenni pulang pergi ke kantor selalu menumpang bendi (delman) yang dimiliki oleh tetangganya yang bernama Sudin, kebetulan Sudin telah kenal baik dgn Mak Minah pemilik rumah yang ditempati Yenni.

Sudin seorang duda yang berumur kurang lebih 45 thn, cerai dan tidak memiliki anak. Jarak rumah Sudin dan Yenni memang jauh sebab di desa itu antara rumah dibatasi oleh kebun kelapa. Krn terlalu sering mengantar jemput Yenni, maka secara lambat laun ada perasaan suka Sudin terhadap Yenni namun segala keinginan itu di buang jauh-jauh oleh Sudin krn ia th Yenni telah mempunyai suami dan setiap minggu suami Yenni selalu datang, tingkah suami istri itu selalu membuat Sudin tidak enak hati, namun ia harus pasrah bagaimanapun sebagai suami istri layaklah mereka berkumpul dan bermesraan untuk mengisi saat kebersamaan.

Sudin setiap hari selalu melihat sosok keelokan tubuh Yenni tapi bagaimana caranya menaklukannya, sedang birahinya selalu minta dituntaskan saat bersama Yenni diatas bendinya. Kemudian timbullah pikiran licik Sudin dgn meminta pertolongan seorang dukun, ia berkeinginan agar Yenni mau dgnnya. Atas bantuan dukun itu, Sudin merasa puas dan mulailah ia mencoba pelet pemberian dukunnya.

Siang saat Yenni menumpang bendi, Sudin melihat paha Yenni yang putih mulus itu, kejadian itu membuat birahi Sudin naik dan kejantanannya berdiri saat itu ia mengenakn celana katun yang longgar sesampai kejantanannya yang menonjol terlihat oleh Yenni, Sudin malu dan berusaha membuang muka, sedang Yenni merasa tidak enak hati dan menutupkan pahanya, wajahnya bersemu merah ia merasakn bahwa batang kemaluan Sudin itu memang besar dan panjang tidak seperti milik suaminya. ia th pasti kalau bercinta dgn Sudin akn dpt memberikan anak baginya serta kepuasan yang jauh berbeda saat bercinta dgn suaminya, memang saat akhir-akhir ini frekwensi hubungan seks dgn suaminya agak berkurang dan suaminya cepat selesai, telah 2 thn menikah belum ada tanda-tanda ia hamil ini semakin membuat ia uring-uringan dan kepuasan yang dia harapkan dari suaminya tidak dpt Yenni nikmati.

Sedang kalau ia melihat sosok Sudin tidaklah sebanding dgnnya krn status sosial dan intelektualnya jauh dibawah suaminya ditambah face-nya yang tidak msk katagorinya di tambah lg kehidupan Sudin yang bergelimang dgn kuda kadang membuatnya jijik, namun semua itu dibiarkannya krn Yenni butuh bantuan Sudin mengantar jemput, ditambah Sudin memang baik terhadapnya. Kalau dilihat sosok Yenni, ia seorang wanita karier berusia 27 thn dan ia telah bekerja di bank itu kurang lebih 4 thn, ia menikah dgn Beni, belun dikaruniai anak, tingginya 161 cm, rambut sebahu dicat agak pirang, kulit putih bersih dan memiliki dada 34B sesampai membuat para lelaki ingin dekat dgnnya dan menjamah payudaranya yang montok dan seksi. Dgn berbekal pelet yang diberikan gurunya, Sudin mendatangi rumah Yenni. Malam itu gerimis dan Sudin mengetuk pintu rumah Yenni.

Kebetulan yang membukakn pintu adalah Yenni yang saat itu sedang membaca majalah. “Eee.. Bang Sudin tumben ada apa Bang?” tanya Yenni. “Ooo.. saya ingin nonton acara bola sebab saya tidak punya televisi apa boleh Bu Yenni?”jawab Sudin. “Ooo.. boleh.. msklah.. Bang.. langsung aja ke ruang tengah, televisi disitu.. ” Yenni menerangkan sambil ia menutup pintu. Diluar hujan mulai lebat. “Sebentar ya Bang?” Yenni ke belakng, membuatkan minum untuk Sudin. Sudin duduk diruangan itu sambil melihat televisi. Tidak berapa lama Yenni keluar membawa nampan berisi segelas air dan maknan kecil, sambil jongkok ia menyilakn Sudin minum.

Saat itu Sudin sempat terlihat belahan dada Yenni yang mulus sesampai Sudin berdesir dadanya krn kemulusan kulit dada Yenni. Sambil minum Sudin menanyakn, “Mak Minah mana Bu, kok sepi aja?” “Ooo Mak Minah sudah tidur, ” jawab Yenni. “Bagaimana kabarnya Bang?” Yenni membuka pembicaraan. “Baik-baik saja, ” jawab Sudin sambil melafalkan mantera peletnya. Sambil menonton Sudin berulang-ulang mencoba manteranya, saat itu Yenni sedang asyik membaca majalah. Merasa manteranya telah mengenai sasaran, Sudin berusaha mengajak Yenni bicara tentang rumah tangga Yenni dan suaminya, diselingi ngomong jorok untuk membuat Yenni terangsang. Bu, sudah berapa lama ibu kawin dan kenapa belum hamil?” tanya Sudin. “Lho malu saya Bang, soalnya suami saya sibuk dan saya juga sibuk bekerja bagaimana kami mau berhubungan dan suami saya selalu egois dlm bercinta. ” jawab Yenni menjelaskan.

“Oh begitu? bagaimana kalau suami ibu jarang datang dan ibu butuh keintiman?” tanya Sudin. “Jangan ngomong itu dong Bang, saya malu masa rahasia kamar mau saya omongin ama Abang?” jawab Yenni. “Bu Yenni, saya tau ibu pasti kesepian dan butuh kehangatan lebih-lebih saat hujan dan dingin saat ini apa ibu nggak mau mencobanya?” Sudin berkata dgn nada terangsang. “Haa.. dgn siapa?” jawab Yenni, “Sedang Beni suamiku di kota, ” timpalnya. “Dgn saya.. ” jawab Sudin. “Haa gila! masa saya selingkuh?” Yenni menerangkan sambil mengeser duduknya.

Sudin merasa yakin Yenni tidak menolak jika ia memegang tangannya. “Jangan lah Bang, nanti dilihat Mak Minah. ” Yenni mengeser duduknya. “Oooh.. Mak Minah udah tidur tapi.. ?” jawab Sudin memegang tangan Yenni dan mencoba memeluk tubuh mulus itu. Sambil mencoba melepaskan diri dari Sudin Yenni beranjak ke kamar, ia memang berusaha menolak namun pengaruh dari pelet Sudin tadi telah mengundang birahinya. ia biarkan Sudin ikut ke kamarnya. Saat berada di kamar, Yenni hanya duduk di pingir ranjangnya dan Sudin berusaha membangkitkan nafsu Yenni dgn meraba dada dan menciumi bibir Yenni dgn rakus sebagaimana ia telah lama tidak merasakn kehangatan tubuh wanita. Sudin berusaha meremas dada Yenni dan membuka blous tidur itu dgn tergesa-gesa, ia tidak sabar ingin menuntaskan birahinya selama ini.

Sementara mulutnya tidak puas-puasnya terus menjelajahi leher jenjang Yenni turun ke dada yang masih ditutupi BH pink itu. Sementara Yenni hanya pasrah terhadap perbuatan Sudin, ia hanya menikmati saat birahinya ingin dituntaskan. Kemudian tangan Sudin membuka tAnton pengikat BH itu dari belakng dan terlihatlah sepasang gunung kembar mulus yang putingnya telah memerah krn remasan tangan Sudin. Dgn mulutnya, Sudin menjilat dan mengigit puting susu itu sementara tangan Sudin berusaha membuka CD Yenni dan mengorek isi goa terlarang itu. Sudinpun telah telanjang bulat lalu ia meminta Yenni untuk mengulum batang kemaluannya, Yenni menolak krn batang kejantanan Sudin panjang, besar dan baunya membuat Yenni jijik. Dgn paksa Sudin memskan batang kejantanannya ke mulut Yenni dgn terpaksa batang kejantanan itu msk dan Yenni menjilatnya sambil memainkan lidah di ujung meriam Sudin.

Sudinpun tidak ketinggalan dgn caranya ia memainkan lidahnya di liang kewanitaan Yenni, lebih-lebih saat ia menemukan daging kecil di belahan liang kewanitaan itu dan dijilatinya dgn telaten sampai akhirnaya setelah berualng-ulang Yenni klimaks dan menyemburkan air maninya ke mulut Sudin. Saat lebih kurang 20 menit Sudinpun memuncratkan maninya ke mulut Yenni dan sempat tertelan oleh Yenni. Kemudian Sudin mengganti posisi berhadap-hadapan, Yenni ditelentangkannya di ranjang dan di pinggulnya diletakkan bantal lalu ia buka paha Yenni dgn menekuk tungkai Yenni ke bahunya.

Sambil tangannya merangsang Yenni kedua kAntonnya Sudin pun meremas payudara Yenni dan mengorek isi liang kewanitaan Yenni yang telah memerah itu, lalu Yenni kembali dpt dinaikkan nafsunya sesampai mudah untuk melakukan penetrasi. Bagi Sudin inilah saat-saat yang di tunggu- tunggunya, paha yang telah terbuka itu ia mskkan batang kejantanannya dgn hati-hati takut akn menyakiti liang kewanitaan Yenni yang kecil itu.

Berulang kAnton ia gagal dan setelah sedikit dipaksakn akhirnya batang kejantanannya dpt msk dgn pelan dan ini sempat membuat Yenni kesakitan. “Ouu.. jangan keras- keras Bang, ntar berdarah, ” kata Yenni. “Sebentar ya.. Yen sedikit lg, ” kata Sudin sambil mendorong msk batang kejantanannya ke dlm liang kewanitaan sempit itu. Dgn kesakitan Yenni hanya membiarkan aksi Sudin itu dan mulutnya telah disumbat oleh bibir Sudin supaya Yenni tidak kesakitan. “Ooouu.. ahh.. ahh.. aahh.. ” hanya itu yang terdengar dari mulut Yenni dan itu berlangsung lebih kurang 17 menit dan akhirnya Sudin menyemburkan air kenikmatannya dlm liang kewanitaan Yenni sebnyk- bnyknya dan ia lalu rebah di samping Yenni sampai pagi. Permainan mesum itu berlangsung tiga kAnton dan membuat Yenni serasa dilolosi tulang benulang sampai ia merasa harus libur ke kantor krn ia tidak kuat dan energinya terkuras oleh Sudin malam itu.

Sejak kejadian itu hampir setiap kesempatan mereka selalu melakukan hubungan gelap itu, krn Yenni telah berada dibawah pengaruh pelet Sudin dan saat suaminya datang Yenni pandai mengatur jadwal kencannya sesampai tidak membuat curiga suami dan masyarakat di desa itu, mereka kadang-kadang melakukan hubungan seks di gubuk Sudin yang memang agak jauh dari rumah penduduk lainnya. Yennipun rajin menggunakn pil KB krn ia juga takut hamil krn hubungan gelapnya itu dan suatu hari ia terlupa dan ia positif hamil, ia amat gusar dan krn pintarnya Yenni memasang jadwal dgn suaminya maka suaminya amat suka cita dan padahal Sudin th benih itu adalah anaknya krn hampir tiap ada kesempatan ia melakukanya dgn Yenni sedang dgn suaminya Yenni hanya sekAnton 20 hari dan tidak rutin. Akhirnya anak Yenni lahir di kota krn saat akhir kehamilannya, Yenni pindah ke kota sesuai permintaan suaminya, tidak ada kemiripan anaknya denagn Beni yang ada hanya mirip Sudin. Sejak Yenni berada di kota, secara sembunyi-sembunyi Sudin menyempatkan diri untuk berkencan dgn Yenni krn Yenni sudah tidak dpt melepaskan diri dari pengaruh pelet Sudin.