Sky Angel 1Pondo 196 Part 1 Runa Momose -Gadis17

Sky Angel 1Pondo 196 Part 1 Runa Momose -Gadis17. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba suatu siang ketika sedang santai, aku mendapatkan telpon dari seorang laki-laki yang tak aku kenal. Namun dari pembicaraanya dia sepertinya  sudah mengetahui semua seluk beluk diriku. Terlihat dari cara dia menanyakan apa saja sepertinya dia sudah mengetahui siapa aku, namun dia berlagak bodoh. Di lain sisi aku cuek saja sehingga aku pun menanggapi telponnya dengan biasa saja. Karena terdengar dari suaranya seperti laki-laki yang mapan dan kaya, karena ketika berbicara nada dan gaya bahasanya tersirat sangat berpendidikan ditambah dia juga mengajakku bertemu disebuah restoran elit, jadi aku pikir gak mungkin jika dia tidak orang kaya.Namaku Nungky, umurku 21 tahun, Tubuhku bisa dikatakan bagus. langsing, tinggiku juga lumayan, bentuk tubuhku juga aduhai, jadi setiap laki-laki pasti melirikku karena aku selalu berpakaian super seksi. Selain itu aku juga bekerja menjadi SPG suatu produk. Selain sebagai SPG, untuk memenuhi gaya hidupku yang mewah aku juga menjajakan tubuhku kepada om-om mata keranjang yang banyak duitnya. Aku mengenal pekerjaan sampingaku sejak beberapa tahun yang lalu saat aku terdesak kebutuhan dan temanku yang mengajarinya. Dan sampailah sekarang pekerjaan sampingan itu masih aku jalani demi mencukupi kebutuhanku yang mewah.

Setelah laki-laki yang menelponku tadi mengajakku ketemu, aku pun mengiyakannya dan kami pun berjanji untuk berjumpa di resto malam ini. Aku bersolek sangat seksi dengan make up yang ideal untuk menarik perhatian om-om. Dengan gaun pendek warna merah super ketat, dan belahan dada yang cukup lebar sehingga membuat payudaraku sangat kelihatan sekali, pastinya om-om yang akan kutemui akan langsung bergairah melihatku. Akhirnya kita pun ketemu direstoran yang ditentukan, aku melihat sosok laki-laki yang belum cukup tua sekitar 43 tahunan, dengan pakaian yang sangat rapi, wajahnya juga cooll abis, membuatku pun seketika senang melihatnya.

Akhirnya kita duduk berdua, ngobrol kesana kemari. Namun diobrolan kita, ia itu selalu memandangi bagian dadaku yang terbuka, aku sudah mengetahui kalau om itu sudah terpikat denganku. aku pun melanjutkan obrolan kita dengan nada yang lebih mesra dan tentunya lebih intim. Hingga akhirnya om itu mengajakku pergi kesuatu counter tempat penjualan HP mewah. Disana sambil terus memuji kecantikanku, om ganteng itu membelikanku sebuah Hp keluaran terbaru.

Makasih ya Om, Om baik amat sih mau beliin Aku hp baru, mahal lagi. Dia hanya tersenyum dan mengajak aku makan, tentunya bukan makanan yang dijual di resto tadi. Sambil makan dia terus mengajakku bercanda, orangnya cukup menyenangkan.

“Kamu besok kerja jam berapa Nungky,” tanyanya.

“Besok Aku off Om. emangnya kenapa.”

“Aku mau ngajak kamu jalan, kalo besok kamu off kan gak usah buru-buru pulang.”

“Jalan kemana Om,” walaupun dalam hati aku sudah menduga apa jawabannya. Pastinya akan ngajakin aku bercinta, apa lagi kalo gak itu.

“Wow.., mobilnya keren banget Om. Sama kaya orangnya”  kata ku setelah kami sampai di mobilnya. Aku duduk di kursi depan tepat disebelahnya. Tak lama kamipun meluncur meninggalkan mal. Dia mulai mengelus-ngelus paha ku yang masih tertutup celana jeans. Tentunya elusannya tidak terlalu terasa karena masih terhalangi kain jeans celanaku. Dia membawaku ke apartemennya. Tak lama kami sudah sampai di apartemen.

Kita turun ke basement, parkir mobil dan menuju lift. Dia langsung menekan tombol lantai apartementnya dan lift meluncur ke atas. Apartementnya type studio sehingga hanya ada satu ruang yang multi fungsi, kamar mandi dan pantri yang merangkap dapur. Dia merebahkan diri di ranjang. Sementara aku pergi ke kamar mandi. Ketika muncul kembali, aku hanya berbalut handuk kemudian ikut rebahan diranjang bersamanya. Dia melingkarkan tangannya pada pundak ku dan mengelus-elus nya.

Tak lama dia mulai menciumi bibir ku sambil meraba-raba buah dada ku. Dia membuka belitan handuk sehingga aku langsung telanjang bulat. Dia ternganga melihat rambut kemaluanku yang lebat. Langsung diciumi dan dijilati buah dada ku dengan rakus. Dihisap hisapnya pentil ku. Jarinya meraba bibir Vagina ku yang dipenuhi dengan rambut yang lebat. Membuatku  mendesah nikmat ketika jarinya menemukan klitorisku. Sementara itu, dadaku ku masih terus dijilati dan dihisapnya.

Aku yang sedari tadi sudah sangat bernafsu kemudian berbalik menindih tubuhnya. Dengan cepat aku melucuti kancing kemejanya. Kuhisap pentilnya, sementara tanganku melucuti celananya.

“Nungky buka dulu ya Om”  kataku sambil bangkit duduk dan membuka seluruh pakaiannya. Dia tinggal bercelana dalam, dan tampak Penisnya mencuat keluar tak mampu tertampung di dalam celana dalam.

“Penis Om gede banget, panjang lagi” kataku sambil mengelus-elus Penisnya dari balik celana dalam. Akupun kemudian membuka celana dalamnya, dan Penisnya yang sudah ereksi keras tampak berdiri tegak dihadapannya.

“Gila.. Gede banget.. Bikin Nungky nafsu..”  kataku sambil menundukkan kepala mulai menjilati dan kemudian mengulum Penisnya. Dia mengelus- elus rambutku yang panjang. Kadang tangannya berpindah ke dadaku yang sekal dan mempermainkan pentilnya.

“Nungky.. Enak banget Nungky..” desahnya, aku terus menjilati Penisnya.

“ Ih.. Om, gede banget…”

“Memang kamu belum pernah liat yang besar begini?”

“Belum Om.. Punya cowok Nungky nggak sebesar ini.” jawabku.

“Arghh.. Enak Nungky.”  erangnya lagi. Kujilatinya lubang kencingnya dan kemudian kukulum Penisnya dengan bernafsu.

Sementara itu batang Penisnya kukocok sambil sesekali kuremas perlahan biji pelernya. Dia keenakan ketika aku mengeluar masukkan Penisnya dengan mulutku. Dia mengusap-usap rambutku dengan gemas. Ruangan segera dipenuhi oleh erangannya. Saat aku menghisap Penisnya, kepalaku maju mundur, payudaraku pun bergoyang. Dengan gemas diremasnya dadaku.

“Nungky.., jepit pakai susumu” pintanya. Aku langsung meletakkan Penisnya di belahan dadaku, dan kemudian dia mengenjot Penisnya diantara keduanya.

“Enak banget sshh..” Dia seperti tak kuasa menahan rasa nikmat itu. Setelah beberapa lama, dia menyodorkan kembali Penisnya ke mulutku. Aku menyambutnya dengan penuh nafsu. Setelah beberapa lama, aku menaiki tubuhnya dan mengarahkan Penisnya ke Vaginaku. Aku menurunkan tubuhku dan Penisnya mulai menerobos Vaginaku yang sempit.

“Ooh.. besar banget nih Penisnya Om.. Ahh..” desahku ketika Penisnya telah berhasil memasuki Vaginaku.

“Tapi enak khan..” tanyanya menggoda

“Iya sih..Aduh.. Oh.. Sstt.. Hah.. Hah..” erangku lagi ketika dia mulai menggenjot Vaginaku dari bawah.

Dia memegang pinggang sambil terus mengenjot Vaginaku. Sementara aku menyodorkan dadaku ke mulutnya. Dia segera menjilati dada ku.

“Om.. Gimana Om.. Enak khan ngentotin Nungky?” tanya ku menggoda. Aku masih meliuk-liukan tubuhku. Dia pun terus mengenjot Vaginaku dari bawah, sambil sesekali tangannya meremas dadaku yang berayun-ayun menggemaskan. Setelah bosan dengan posisi itu, dia membalikkan tubuhku sehingga dia berada diatas. Segera dia menggenjot Penisnya keluar masuk Vaginaku sambil menciumi pipiku.

“Ehmm.. Sstt.. Om.. Enak.. Ohh. Penis Om gede banget, Vagina Nungky sampe sesek rasanya Om, gesekan Penis Om terasa banget di Vagina Nungky. Mau deh Nungky dientot Om tiap malam,” Aku melenguh keenakkan.

“Ayo isap pentil Nungky Om” perintahku. Diapun kemudian menghisap pentilku sambil terus menggenjot Vaginaku. Tak lama tubuhku mengejang, dan aku mengerang dan menggelinjang ketika nyampe. Terasa Vaginaku berkedut2.

“Nungky, enak banget, Penisku seperti sedang diemut, nikmat banget rasanya, luar biasa empotan Vagina kamu.” Dia mengeluarkan Penisnya dari Vaginaku dan aku disuruhnya menungging membelakanginya. Dengan gaya doggy style dia mengentoti ku dari belakang.

“Aduh.. Om.. kuat banget.. Ohh..” erang ku ketika dia mengenjot Vaginaku. Gila.. Vaginamu enak banget Nungky.. katanya. Dia memegang pinggul ku, terkadang meremas pantatku yang mbulat.

Aku terus menjerit jerit merasakan nikmat. dadaku tampak bergoyang-goyang menggemaskan.

Bosan dengan posisi ini, dia kemudian duduk di kursi. Aku lalu duduk membelakanginya dan mengarahkan Penisnya ke dalam Vaginaku. Dia menyibakkan rambutku yang panjang dan menciumi leher ku. Sementara itu aku bergerak naik turun. Tangannya sibuk meremas dadaku.

“Ahh.. Ahh.. Ahh..” erangku seirama dengan goyangan badanku diatas tubuhnya.

Terkadang erangan itu terhenti saat disodorkannya jemarinya untuk kuhisap. Beberapa saat kemudian, dihentikannya goyangan badannya dan dicondongkannya tubuhku agak ke belakang, sehingga dapat menghisap dadaku. Dengan gemas dilahapnya bukit kembarku dan sesekali pentilku dijilatinya. Eranganku semakin keras terdengar, gairahsex.com membuat dia menjadi kembali bernafsu. Setelah dia selesai menikmati dada ranumku, kembali aku mengenjot tubuhku naik turun dengan liar.

Binal banget kelihatannya. Cukup lama dia menikmati persetubuhan denganku di atas kursi. Lalu dia berdiri, dan kembali berciuman dengan aku sambil dengan gemas meremas dan menghisap dadaku. Dia ingin segera menuntaskan permainan ini. Lalu aku direbahkan di atas ranjang. Dia kemudian mengarahkan Penisnya kembali ke dalam Vaginaku.

“Ahh.”. erangku kembali ketika Penisnya kembali menyesaki Vaginaku.

Langsung dia mengenjot dengan ganas. Erangan nikmat mereka berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang menambah panas suasana. Aku menggelengkan kepala ke kanan kekiri menahan nikmat. Tanganku meremas-remas sprei ranjang.

“Om.. Nungky hampir sampai Om.. Terus.. Ahh.. Ahh” jeritku sambil tubuhku mengejang dalam dekapannya. Aku telah mencapai orgasme. Dia menghentikan goyangannya sejenak, dan aku pun kemudian lunglai di atas ranjang.

Bulir keringat mengalir diwajahku. Dadaku naik turun seirama dengan tarikan nafasku. Dia kembali menggemasi dadaku dengan sangat bernafsu. Dia mulai lagi mempermainkan Vaginaku sambil sesekali meremas dadaku yang bergoyang seirama enjotannya. Dia terus menyodokkan Penisnya keluar masuk Vaginaku sampai akhirnya keluarlah air maninya di dalam Vaginaku. Akuterkapar karena kenikmatan dan lemas. Beberapa saat kemudian dia mulai menciumiku sambilmengusap-usap pahaku, dan kemudian mengilik Vaginaku dengan jemarinya.

“Ehmm.. erang”ku saat klitorisku diusap-usap dengan gemas. Eranganku terhenti karena dia menciumku dengan penuh nafsu.Tangannya meremas2 dadaku yang besar menantang.

“Om kuat banget sih , baru kluar sudah mau ngentot lagi” ucapku lirih.

“Iya habis pengen diempot Vagina kamu lagi, nikmat banget rasanya” bisiknya. Desahanku kembali terdengar ketika lidahnya mulai menari di atas pentilku yang sudah menonjol keras. Dihisapnya dengan gemas gunung kembarku hingga membuat tubuhku menggelinjang nikmat.

“Gantian dong Nungky” bisiknya setelah puas menikmati dadaku yang ranum. Kami pun kembali berciuman sementara aku meremas Penisnya yang mulai membengkak. Aku pun kemudian mendekatkan wajahku ke Penisnya, dan mulai mengulum Penisnya.

Sambil menghisap Penisnya, aku mengocok perlahan batangnya. Dia mengelus-elus kepalaku ketika aku sedang mengulum Penisnya. Dia sudah ingin bersetubuh lagi denganku. Aku disuruh duduk membelakanginya di pangkuan. Dia mengarahkan Penisnya kedalam Vaginaku.

“Ah..” desahku ketika Penisnya kembali menyesaki Vaginaku. Aku kemudian menaik-turunkan tubuhku di atas pangkuannya. Dia pun tak tinggal diam, aku diciuminya ketika aku sedang mengenjot Penisnya dalam jepitan Vaginaku.

Sambil menciumi aku, tangannya memainkan klitorisku.

“Ah.. Terus Om.. Nungky mau nyampe..” desahku. Semakin cepat dia mengusap klitorisku, sedangkan tubuhku pun semakin cepat menggenjot Penisnya.

“Ahh..” erangku nikmat saat aku orgasme kembali. Tubuhku mengejang dan kemudian terkulai lemas diatas pangkuannya. Kembali terasa Vaginakua berkedut2 dengan keras. Setelah reda kedutan Vaginaku, Penisnya dicabut dari Vaginaku, masih dalam keadaan ereksi keras dan berlumuran cairan Vaginaku.

Aku ditelentangkan dan dengan segera dia menaiki tubuhku. Pahaku sudah mengangkang lebar. Dia tidak langsung memasukkan Penisnya kedalam Vaginaku, tetapi digesek-gesekkan dahulu di sekitar bibir Vaginaku hingga menyentuh klitorisku.

“Om.. Aduuhh.. Aduuhh Om! Sshh.. Mmppffhh.. Ayo Om.. Masukin aja.. Nggak tahann.. aku menjerit-jerit tanpa malu”.

“Udah nggak tahan ya.. Nungky, cepat banget sudah nafsu lagi..” jawabnya. Tiba-tiba dia langsung menekan sekuat tenaga.

Aku sama sekali tak menyangka akan hal itu, sehingga Penisnya langsung melesak ke dalam Vaginaku. Penisnya kembali menyesaki Vaginaku yang sempit itu. Dia mulai menyodok kan Penisnya naik turun dengan teratur sehingga menggesek seluruh lubang Vaginaku. Aku turut mengimbanginya, pinggulku berputar penuh irama. Bergerak patah- patah, kemudian berputar lagi. Efeknya luar biasa, kedutan Vaginaku kembali terasa.

“Nungky, nikmat banget deh empotan Vagina kamu”, katanya terengah.

Aku semakin bergairah, pinggulku terus bergoyang tanpa henti sambil mengedut-ngedutkan otot Vaginaku.

“Akkhh.. Nungky.. Eennaakkhh.., hebaathh.. Uugghh..” erangnya berulang-ulang. Dia semakin kuat meremas2 dan memilin2 pentilku dan bibirnya terus menyapu seluruh wajahku hingga ke leher, sambil semakin mempercepat irama enjotannya. Aku berusaha mengimbangi keluar masuknya Penisnya didalam Vaginaku dengan goyangan pantatku. Sepertinya dia berusaha keras untuk bertahan, agar tidak orgasme sebelum aku mendapatkan kenikmatan lagi.

Penisnya terus mengaduk2 Vaginaku semakin cepat lagi. Vaginaku terasa makin berkedut, kedua putingku semakin keras, mencuat berdiri tegak. Langsung putingku disedot kuat2 kemudian dijilati dengan penuh nafsu.

“Om..! Lebih cepat lagi doonng..!” teriakku sambil menekan pantatnya kuat2 agar Penisnya lebih masuk ke Vaginaku. Beberapa detik kemudian tubuhku bergetar hebat, diiringi dengan cairan hangat menyembur dari Vaginaku. Bersamaan dengan itu, tubuhnya pun bergetar keras yang diiringi semprotan maninya ke dalam Vaginaku.Aku pun mengerang tertahan. Dia langsung memeluk tubuhku erat-erat, dengan penuh perasaan. Aku membalas pelukannya sambil merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kakiku melingkar di sekitar pinggangnya, sementara bibirnya terus menghujani sekujur wajah dan leherku dengan ciuman. Aku masih bisa merasakan kedutan Vaginaku. Setelah beristirahat sejenak, kami segera membersihkan diri dengan di kamar mandi. Aku belum pernah merasakan sedemikian nikmatnya disetubuhi  lelaki.